Astro Bolic (Modif)

Tutorial Membuat Wajan Bolic atau Astro Bolic
Boost Wireless Antene (Sumber : wpmagz
)

Blog ini ditujukan bagi mereka yang sering menanyakan tentang Astro Bolic atau wajan bolik lewat email/SMS.
Begini ceritanya :
Sekitar 3 tahun yang lalu saya tertarik dengan Kang Onno di TV dengan wajan bolic dan internet RT/RW-nya. Nah mulai dari situ saya baru mulai mencari-cari artikel dan bahan yang dibutuhkan. Yang paling mahal saat itu adalah Wirelessnya. Harganya sekitar 400-450 ribu. Sedangkan
Antene Grid harganya sekitar 1,2 juta. Trus saya masih mikir apakah dengan Wajan ini nantinya pasti bisa internet gratis? apakah semudah membalikkan telapak tangan?
Jawabnya : "tidak segampang itu coi..."
Ternyata banyak masalah yang mesti dipecahkan. Seperti sinyal yang kurang kuat, kabel yang kurang panjang, wifi yang panas, AP yang dikunci dll.
Pengalaman saya waktu itu menggunakan tutup panci dengan diameter 34 Cm, kedalaman 10 Cm. Setelah terpasang dengan ketinggian 8 Meter dari tanah berhasil mendapat sinyal AP sebanyak 85 chanel. Ketinggian ditambah jadi 13 Meter, chanel bertambah jadi 103 chanel. Yang paling buat stress, dari 103 chanel itu hanya ada 2 yang bener-2 free. Itupun sering putus dan lambat.

Utak-utik Antene sampai 1 minggu hasilnya tidak berubah, padahal aturan dan teori yang didapat dari kang Onno sudah pas dan tepat. Sempat ganti wajan sampai 3 X dari Diamater 34, 50, dan 64 cm. Ganti Wireless 2X, ganti pralon 10X. Wah... nggak ada yang bener, sinyal tetep mekungkung nda...!. Pusing dengan wajan, stop wajan dan idup normal lagi. "Wajan tak sendhek-ne neng pojok omah" istirahat.
"Wajan Tak urip-ne maneh" setelah ada berita di koran akan ada Hotspot di 50 titik dikota Solo. Utak-utik lagi wajan bolic, dan kali ini yang di ublek-ublek posisi wireless dan pralonnya. Hasilnya "Nyenengkeh". Dapat 138 lebih Ap diputer 360 drajat. 8 AP gratisan.

Sebenarnya ada sekitar 30 AP Gratis di Solo, tapi wajanku hanya dapat 8 thok thil. "Ora majalah...." yang penting bisa gratis internetan.
Nah... dari pengalaman ini, saya mencoba menggunakan antene yang lebih besar, "ASTRO". Dengan sedikit modifikasi sana-sini akhirnya hasil yang didapat lebih bagus dari wajan biasa. Jangkauan Astro sampai 6 Km ketinggian 10 Meter. Sinyal dengan wajan bolic ketinggian 12 Meter dapat 20 db, dengan Astro Bolik 23 db ketinggian 9 Meter. Menggunakan wireless yang sama, walaupun ada gangguan pohon dan gedung. Sekedar info, Antene Astro-ku bekas, beli di pasar rongsok sekitar 80 rb (tergantung kondisi antene). Klo antene Astro baru harganya sekitar 130-150 ribu, belinya di toko pinggir jalan pasar PON.
Sekarang terserah you... pilih beli LAPTOP apa beli wireless ?

Syarat Internet Gratis ini, adalah :
- Dekat dengan AP gratisan. (500 meter - 1,5 Km dari rumah Anda untuk hasil yang stabil)
- Clear line ( Sedikit gangguan ke arah AP)
Aku juga nggak berani jamin klo pake Astro mesti bisa konek. Tergantung juga dengan daerah sekitar Anda.
Cara merakit ASTRO BOLIK / BOLIC / GOBLIK

Peralatan yang di perlukan :
1. Wajan / Antene Astro / Antene Indosat / Antene TV ato Tutup Panci (lebih datar lebih bagus)
2. Pralon 3" 25 cm, tutup pralon 3/4" 2 bh, sekrup 10 cm.

3. Aluminium Foil.
4. Kabel UTP Cat 5 USA ori. 15 mt (sesuai kebutuhan)

5. Wireless USB TP-Link WN620G / WN321G / WN322G / SMCWUSB ato merk lain.
6. lain-lain seperti : Gergaji pralon, Soldir, tenol, Isolasi, Lem pralon dll.


Cara penyambungan Kabel UTP dan USB cari di Om Google
yang perlu diperhatikan disini adalah UTP kabel yang bagus pakai CAT 6, CAT 5 asal Original USA (kawat didalamnya lebih besar), USB Connector yang serabutnya banyak.
sedikit tips :

Penyambungan kabell disini sangat penting !!!
Lihat gambar ini :




2 kabel untuk arus (+), 1 kabel untuk data (+), 1 kabel untuk data (-), 4 kabel untuk arus (-).
Dengan penyambungan dan penyoldiran yang benar bisa sepanjang 17 Meter. Itupun tergantung juga dengan Merk Wireless dan Power Supply Anda.

Pertama, siapkan pralon 3" panjang sekitar 24-25Cm. Lubangi salah satu sisi sepanjang 15 Cm, lebar disesuaikan lebar wireless. (lihat gambar).























Pralon ini nantinya digunakan untuk Tuning Sinyal AP. Nggak usah pake Rumus Parabola, langsung potong alumunium foil sepanjang 19 cm dan lekatkan 1 cm dari ujung pralon.
Mengapa mesti di Tuning, mbok langsung di tempatkan di posisi 3 atau 5,2 cm dari ujung pralon !.
Lha... ini yang berbeda... Pengalamanku diatas sudah membuktikan bahwa setiap Wireless punya Chipset dan pabrik yang berbeda, jadi kita nggak bisa pasang langsung jadi. Tuning dulu baru dapat hasil yang maksimal. Cara Tuningnya Bagaimana?
Caranya : Dengan pralon test tadi kita geser wirelessnya ke atas-kebawah, posisi tegak atau miring, sehingga sinyal yang kita liat di Network Stumbler paling tinggi dan stabil.


Proses ini adalah yang paling sulit, lama dan mengasikkan. Aku membutuhkan 3-4 jam Tuning.
Setelah didapat hasil yang maksimal, baru buat pralon baru dengan posisi Wireless yang telah di Tuning tadi.


Kesimpulan-ku dari pengalaman ini adalah : Bahwa apapun bahan dan alat yang Anda gunakan, kalo bisa nge-Tune dengan benar hasilnya tentu akan lebih baik.

Pada dasarnya Astro Bolic ini hanya mengganti Fokus Astro yang asli dengan Pralon alumunium foil dan wifi. Dah... semoga dapat membantu khususon temen-2 yang pada email aku serta wong solo pada umumnya.

Baca Detail tentang Astro Bolik dan Wajan Bolik di http://www.wpmagz.co.cc/?p=153

5 Comments:

  1. budi said...
    bang, berarti penggantian wajan ke astro itu pada prinsipnya mencari fokus parabolik yang lebih baik? gimana kalau AP itu tempatnya lebih rendah dan terhalang bangunan-bagunan
    Wajan Bolic Solo IT said...
    Di tempat saya Apnya berada di dalam ruangan, dan jaraknya sekitar 300 meter, tertutup gedung, dan banyak pohon-2 tinggi. AP yang di tembak bisa di katakan lebih rendah dari ASTRO Bolik. Nah... karena fokusnya Astro sudah tepat dan stabil, maka terdeteksi walau hanya 1 bar atau very low. Ada juga yang terdeteksi sejauh 1,5 km (very low), tak masalah bisa konek. Tapi memang di anjurkan arah ASTRO ke AP harus Clear tanpa ada halangan apapun.
    wayangmanggung said...
    inovasi trus ki pak...hehee
    wayangmanggung said...
    agak OOT pak:
    Kabel perpanjangan USB peke kabel UTP pnya saya sepanjang 17M berjalan baik di Komp desktop. Kemaren sya coba di laptop P3 "cannot Recognized". Pada emang da masalah dengan power slot USB pada laptop yaa pak.
    Hotspot Di BYL yg kmrn sy critakan kuenceng pak speedtest nyampe 800-an Kbps (hotspot speedy)
    Wajan Bolic Solo IT said...
    Solusi :
    1. Ubah di Bios Laptop USB 2.0 ke USB 1.0.
    2. Test USB Laptop dengan flashdisk
    3. Cari kabel Perpanjangan dengan power seperti USB Bintang.
    semoga bisa membantu.

    Ingat lho coi... yang gratis aja.. klo nggak gratis namanya melanggar UU.

Post a Comment




 

| Komuniso 2008 |